PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis milik Pemerintah Kota Cilegon, kini diperkuat oleh figur baru di jajaran dewan komisaris. Rapih Herdiansyah, sosok yang memiliki latar belakang lintas sektoral mulai dari dunia jurnalistik hingga panggung politik nasional, resmi terpilih menduduki posisi penting tersebut berdasarkan hasil seleksi pada Juli 2026 lalu.
Perjalanan karier Rapih terbilang dinamis. Ia mengawali kiprah profesionalnya sebagai jurnalis muda pada tahun 2004 di Harian Umum Fajar Banten (kini Kabar Banten). Dedikasinya di dunia pers membuahkan penghargaan wartawan berprestasi pada 2007. Ia kemudian merambah media penyiaran melalui Banten TV sebagai Koordinator Divisi Pemberitaan sebelum akhirnya mendirikan perusahaan medianya sendiri, NEWSMEDIA, serta lembaga konsultan komunikasi politik, Banten Cendekia Institute.
Selain berkutat di industri komunikasi, alumnus Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana ini juga aktif di lingkaran pemerintahan. Rapih memiliki rekam jejak selama sepuluh tahun sebagai Tenaga Ahli legislatif, baik di tingkat DPRD Provinsi Banten maupun DPR RI. Kiprahnya semakin meluas saat dipercaya menjadi Tim Ahli Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantimpres) periode 2019-2022 mendampingi Muhamad Mardiono. Di kancah politik praktis, ia pernah mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP sebelum masa baktinya berakhir pasca-Muktamar X pada September 2025.
Di bidang akademis, pria kelahiran Tangerang ini sempat mengabdi sebagai dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi di Banten, seperti UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Universitas Banten Jaya, dan Universitas Serang Raya. Rapih juga aktif berorganisasi, di antaranya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Untirta dan tergabung dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Banten.
Kini, di bawah tanggung jawab barunya di PT PCM, Rapih menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi pengawasan secara proaktif dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Menurutnya, pengawasan yang ia lakukan bukan untuk mencari celah kesalahan direksi, melainkan sebagai mitra strategis demi mendorong pertumbuhan bisnis BUMD tersebut.
Salah satu fokus utama yang mendapat perhatian penuh dari Rapih adalah percepatan pembangunan Pelabuhan Warnasari. Proyek strategis di atas lahan seluas 45 hektare ini diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Cilegon dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat setempat.