Universitas Terbuka (UT) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak wirausahawan muda yang mandiri di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui pemanfaatan laboratorium inkubator bisnis, UT berupaya mengasah kompetensi mahasiswa dan dosen agar tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan motor penggerak lapangan pekerjaan baru demi menekan angka pengangguran terdidik.
Dari total hampir satu juta mahasiswa yang terdaftar di UT, sekitar 87 persen di antaranya merupakan pekerja aktif, di mana sebagian besar juga berstatus sebagai pelaku UMKM. Melalui ajang International Seminar on Business, Economics, Social Science, and Technology (ISBEST) 2026, UT menegaskan komitmen pendampingan serta penyaluran dana pembinaan tahunan demi memperluas jejaring usaha para mahasiswa tersebut.
Upaya strategis ini mendapat apresiasi penuh dari Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Adha Damanik. Ia menilai basis mahasiswa UT yang sangat besar menjadi modal kuat bagi akselerasi kewirausahaan nasional, selaras dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Riza menambahkan bahwa proses inkubasi bisnis yang matang di lingkungan kampus terbukti mampu menekan angka kegagalan usaha pemula hingga 90 persen.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT, Meirani Harsasi, menjelaskan bahwa penguatan teknologi digital menjadi kunci bagi ketahanan UMKM di tengah perubahan lanskap ekonomi global. Menjawab tantangan tersebut, UT kini telah mengoperasikan Program Studi Kewirausahaan di 10 wilayah dengan total lebih dari 1.000 mahasiswa. Kurikulum program studi ini disusun secara kolaboratif bersama praktisi industri guna memastikan lulusannya siap bersaing di dunia usaha.