Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala (FKG USK) mengambil langkah progresif dengan mengintegrasikan pendekatan One Health ke dalam kurikulum pendidikan profesi kesehatan. Langkah strategis ini diambil guna menjawab tantangan kesehatan global yang kian kompleks, mulai dari ancaman zoonosis, resistensi antimikroba, hingga dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia.
Integrasi ini diwujudkan melalui kuliah tamu bertajuk "Integrating One Health into Health Profession Education – Towards Collaborative Curriculum in Indonesia" yang diselenggarakan oleh Departemen Biologi Oral FKG USK di Banda Aceh. Acara tersebut menghadirkan pakar internasional Dr. Nur Indah Binti Ahmad dari Malaysia One Health University Network (MyOHUN) dan Dewi Harfina dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai pemateri utama.
Dekan FKG USK, Dr. drg. Zulfan Alibasyah, Sp.Perio., menekankan pentingnya pergeseran metode pembelajaran dari pola konvensional menuju sistem yang kolaboratif. Menurutnya, konsep One Health bukan sekadar teori akademik, melainkan sebuah kerangka berpikir esensial agar mahasiswa kedokteran gigi mampu mengidentifikasi serta menyelesaikan persoalan kesehatan secara menyeluruh.
Dalam ranah kedokteran gigi, implementasi One Health sangat krusial, terutama menyangkut pengelolaan limbah medis yang ramah lingkungan, efisiensi penggunaan antibiotik untuk menekan resistensi, serta pemahaman keterkaitan antara kesehatan rongga mulut dan sistem imun tubuh manusia secara holistik.
Sejalan dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA., menyerukan agar model pembelajaran bertransformasi menuju collaborative learning. Ia mendorong kolaborasi aktif antar-mahasiswa lintas disiplin—seperti kedokteran, kedokteran hewan, teknik, hingga pertanian—serta mendesak agar inisiatif ini menghasilkan luaran konkret berupa riset aplikatif dan rekomendasi kebijakan nyata bagi masyarakat.