Laporan terbaru dari Google bertajuk Gemini Report: Southeast Asia 2026 menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kreativitas tertinggi dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) Gemini di kawasan Asia Tenggara. Mayoritas pengguna di tanah air memanfaatkan asisten digital ini untuk menunjang aktivitas kreatif, terutama dalam memproduksi gambar berbasis kecerdasan buatan.

Berdasarkan data yang dirilis pada pertengahan Juli 2026, interaksi bernada kreatif dari pengguna di Indonesia mencapai angka 32 persen. Persentase ini melampaui rata-rata regional Asia Tenggara yang berada di angka 25 persen. Di antara berbagai aktivitas pembuatan konten, fitur generator gambar (image generation) menjadi layanan yang paling mendominasi.

Volume produksi konten visual di Indonesia terbilang sangat masif. Pengguna di dalam negeri mampu menghasilkan hampir 9 juta gambar berbasis kecerdasan buatan setiap harinya. Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi teratas, mengungguli lima negara tetangga yang turut disurvei, yaitu Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Pihak Google menganalisis bahwa tingginya antusiasme ini didorong oleh kemampuan Gemini dalam memahami konteks lokal secara mendalam. Kemudahan pemrosesan bahasa alami ini membantu pengguna di Indonesia untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka secara optimal menggunakan perintah bahasa sehari-hari yang lebih kasual.