Pemilik mobil bekas kerap menghadapi kendala klasik saat melakukan perawatan mandiri, yakni baut yang telah berkarat dan sulit untuk dilepas. Kondisi ini umum terjadi akibat usia pemakaian kendaraan yang sudah cukup lama, di mana kelembapan dan kotoran menyebabkan lapisan karat menempel erat pada permukaan logam baut dan drat.
Andy Santoso, pemilik sekaligus mekanik di Bengkel Mobil 77 yang berlokasi di Jalan Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat, mengingatkan bahwa memaksa membuka baut berkarat secara sembarangan justru berisiko tinggi. Baut bisa jebol, kepala baut menjadi dol, atau bahkan drat baut mengalami kerusakan permanen yang dikenal dengan istilah slek.
Untuk menghindari risiko tersebut, Andy membagikan teknik sederhana namun efektif. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengetok kepala baut dari berbagai sisi menggunakan alat yang sesuai. Tujuan pengetokan ini adalah merontokkan kotoran serta kerak karat yang terjepit di celah antara baut dan panel kendaraan. Karat yang menyebabkan bagian logam saling menempel akan terlepas secara bertahap melalui getaran dari ketukan tersebut.
Setelah proses pengetokan, langkah selanjutnya adalah menyemprotkan cairan penetran pada bagian baut dan drat, lalu diamkan beberapa saat. Cairan penetran berfungsi sebagai pelumas yang meresap ke dalam celah drat yang macet, sehingga baut dapat diputar dengan lebih mudah. Apabila baut masih terasa keras, ulangi proses pengetokan dan penyemprotan cairan penetran hingga baut berhasil berputar.
Ketika baut akhirnya berhasil dilepas, perawatan tidak berhenti di situ. Andy menyarankan agar drat ulir baut segera disemprot kembali dengan cairan penetran, kemudian disikat untuk membersihkan sisa kerak dan kotoran yang masih menempel. Langkah pembersihan ini penting untuk memastikan kondisi drat tetap baik dan baut dapat dipasang kembali dengan sempurna.
Sebagai langkah terakhir sebelum baut dipasang kembali, Andy merekomendasikan penyemprotan cairan silikon pada permukaan baut. Lapisan silikon ini berfungsi sebagai pelindung yang mencegah baut mudah berkarat kembali di kemudian hari, sehingga proses pelepasan baut pada perawatan berikutnya menjadi jauh lebih ringan.