Pemerintah Kabupaten Tabanan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kesehatan. Berdasarkan data dari aplikasi Satu Sehat Indonesiaku (SSI) untuk periode 1 Januari hingga 12 Juli 2026, realisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah ini baru menjangkau 110.353 warga atau sekitar 23,11 persen. Angka partisipasi tersebut masih berada di bawah target periodik bulan Juli yang dipatok sebesar 26,83 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, mengungkapkan bahwa kelompok anak sekolah mencatatkan respons paling positif dengan tingkat partisipasi mencapai 54,46 persen atau sebanyak 33.606 anak, melampaui target Juli yang sebesar 20,42 persen. Sebaliknya, kelompok sasaran lain masih sangat minim, seperti bayi baru lahir yang baru terealisasi 37,99 persen, anak usia 0-6 tahun sebesar 24,56 persen, lansia sebesar 21,98 persen, serta kelompok usia dewasa yang menempati posisi terendah dengan 15,66 persen.

Guna mengakselerasi cakupan program nasional ini, Dinas Kesehatan meluncurkan langkah taktis melalui inovasi bernama Strategi Aktif Pelayanan Akses Cek Kesehatan Gratis Ngayah Ring Desa (SAPA CKG Ngayah Ring Desa). Melalui program jemput bola ini, pos pelayanan kesehatan tidak lagi hanya berpusat di puskesmas, melainkan bergerak aktif menyasar komunitas kolektif mulai dari perangkat desa, aparatur sipil negara, tenaga pendidik, hingga pekerja sektor swasta.

Di samping persoalan partisipasi, hasil skrining CKG memetakan sejumlah kerentanan penyakit yang cukup tinggi di tengah masyarakat Tabanan. Kasus dislipidemia, yang menjadi pemicu utama serangan jantung dan stroke, mendominasi kelompok dewasa serta lansia dengan persentase mencapai 68,6 persen. Masalah kesehatan lain yang terdeteksi meliputi gangguan mobilitas lansia (67,7 persen), kebugaran fisik yang rendah pada anak sekolah dan remaja (60,16 persen), minimnya aktivitas fisik (44,65 persen), serta karies gigi pada usia sekolah (22,53 persen).

dr. Surya Wira Andi mengakui bahwa minimnya animo masyarakat serta keterbatasan personel puskesmas dalam mengentri data ke dalam sistem Satu Sehat menjadi kendala utama di lapangan. Sebagai solusi, ia telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini kepada setiap pasien yang datang berobat, diiringi evaluasi ketat mingguan agar target program segera tercapai demi pencegahan penyakit sejak dini.