Aktivitas di pasar modal Indonesia dipastikan tetap bergairah pada paruh kedua tahun 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat enam perusahaan yang tengah dalam proses antrean untuk melangsungkan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, merinci bahwa calon emiten tersebut terbagi dalam berbagai klasifikasi skala aset. Sebanyak tiga perusahaan di antaranya masuk dalam kategori aset jumbo atau di atas Rp 250 miliar. Sementara itu, satu perusahaan lainnya memiliki skala aset menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, dan dua perusahaan sisanya merupakan entitas dengan aset di bawah Rp 50 miliar.
Keragaman sektor juga menjadi catatan menarik dalam daftar antrean IPO kali ini. Emiten yang akan melantai di bursa berasal dari sektor material dasar, siklikal konsumen, non-siklikal konsumen, hingga sektor kesehatan. Distribusi sektor yang variatif ini diharapkan dapat memberikan pilihan investasi yang lebih luas bagi para investor di pasar modal.
Sebelumnya, sepanjang periode berjalan hingga 8 Juli 2026, BEI telah mencatatkan lima perusahaan baru yang berhasil menghimpun dana total sebesar Rp 1,67 triliun. Keberhasilan aksi korporasi pada awal tahun ini memberikan sinyal positif bagi perusahaan lain yang berencana memanfaatkan pasar modal sebagai instrumen pendanaan ekspansi bisnis mereka di masa mendatang.