Pasar modal di kawasan Asia menghadapi tekanan jual yang signifikan pada perdagangan pagi hari ini. Gelombang aksi jual dipicu oleh sentimen negatif pada sektor teknologi yang selama beberapa pekan terakhir menunjukkan volatilitas tinggi. Para investor tampak mulai meragukan valuasi sektor ini serta mempertanyakan efektivitas aliran modal yang masuk ke dalam industri kecerdasan buatan (AI).
Indeks Kospi di Korea Selatan mencatat penurunan terdalam hingga 5,0 persen. Koreksi ini terutama dipicu oleh anjloknya harga saham raksasa produsen cip SK Hynix sebesar 10 persen. Sejak mencapai puncak rekornya bulan lalu, nilai kapitalisasi pasar perusahaan tersebut tercatat telah tergerus hingga sepertiganya. Kondisi serupa dialami oleh Samsung Electronics yang terkoreksi lebih dari 6 persen.
Sentimen negatif juga menjalar ke berbagai bursa utama lainnya di Asia. Di Tokyo, indeks Nikkei 225 tergelincir 1,1 persen, sementara bursa di Shanghai, Singapura, hingga Jakarta turut bergerak di zona merah. Meski demikian, beberapa pasar seperti Hong Kong, Taipei, dan Manila menunjukkan ketahanan dengan mampu melawan arus tren pelemahan tersebut.
Di sisi lain, penguatan dolar AS yang didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) untuk meredam inflasi global menambah tekanan pada mata uang regional. Yen Jepang tercatat melemah ke posisi 162,06 terhadap dolar AS, menyusul pelemahan mata uang global lainnya seperti euro dan poundsterling.
Kini, perhatian para pelaku pasar tertuju pada musim pelaporan kinerja keuangan perusahaan yang akan berlangsung sepanjang pekan ini. Laporan pendapatan dari pemain kunci industri semikonduktor seperti TSMC dan ASML, serta kinerja perbankan raksasa Wall Street, diperkirakan akan menjadi penentu arah pasar dalam menilai prospek nyata industri teknologi global ke depan.