Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase, menekankan pentingnya para tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Imbauan tersebut disampaikannya saat membuka Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Parimo masa bakti 2025–2030 di Parigi, Sabtu (5/9/2026).
Erwin menilai kemajuan teknologi saat ini telah mempermudah akses informasi bagi para siswa secara signifikan. Oleh karena itu, para guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran konvensional, tetapi juga harus tanggap terhadap alat dan media digital terkini. Menurutnya, keselarasan pemahaman antara pendidik dan peserta didik sangat krusial agar proses pengajaran tetap relevan serta mencegah terjadinya kesenjangan pengetahuan di ruang kelas.
Selain penguasaan teknologi digital, Kepala Daerah Parimo tersebut turut menyoroti dampak penggunaan gawai (gadget) pada anak. Ia mengimbau jajaran pendidik bersama para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap durasi serta pemanfaatan gawai oleh anak-anak. Langkah ini dinilai penting demi menjaga tumbuh kembang dan pembentukan karakter peserta didik agar teknologi benar-benar memberi manfaat positif bagi proses belajar.
Pada kesempatan yang sama, Erwin mengumumkan capaian pemda dalam memperjuangkan pembenahan fasilitas pendidikan. Pemkab Parimo berhasil melobi pemerintah pusat untuk memperluas cakupan program revitalisasi sekolah di wilayahnya, dari yang semula hanya mencakup tujuh sekolah kini meningkat signifikan menjadi 97 sekolah.
Penambahan alokasi ini berhasil diraih dengan mempertimbangkan kondisi geografis Parimo yang luas serta keberadaan sejumlah sekolah di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui pembenahan sarana dan prasarana tersebut, diharapkan kualitas fisik gedung sekolah di Parimo semakin memadai untuk mendukung pemerataan mutu pendidikan.