Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi telah memberikan izin edar untuk produk farmasi berbasis zat aktif tirzepatide melalui PT Anugerah Pharmindo Lestari. Obat ini hadir sebagai solusi terapeutik mutakhir yang ditujukan khusus bagi pasien dengan diabetes melitus tipe 2 serta program manajemen berat badan.
Tirzepatide bekerja dengan mekanisme biologis yang mengadopsi cara kerja hormon alami tubuh, yaitu glucose-dependent insulinotropic polypeptide (GIP) dan glucagon-like-peptide 1 (GLP-1). Kedua hormon ini berinteraksi dengan reseptor spesifik pada organ pankreas dan otak untuk merangsang produksi insulin, menekan hormon glukagon, serta membantu proses pengosongan lambung agar lebih efektif.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa kehadiran tirzepatide merupakan langkah strategis dalam memperkaya pilihan terapi medis di Indonesia. Mengingat tren peningkatan prevalensi diabetes dan obesitas di tingkat global maupun nasional, inovasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat serta meringankan beban sistem kesehatan nasional.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia 2023, angka obesitas pada penduduk dewasa Indonesia tercatat meningkat dari 21,8% menjadi 23,4% dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hal ini menjadi urgensi bagi pemerintah untuk menghadirkan terapi medis yang efektif dan berbasis bukti ilmiah selain metode perubahan gaya hidup.
BPOM menegaskan bahwa setiap obat yang mendapatkan izin edar telah melalui evaluasi ketat sesuai standar internasional, termasuk aspek good laboratory, clinical, dan manufacturing practices. Setelah beredar, pihak otoritas akan tetap melakukan pengawasan pascapemasaran melalui sistem farmakovigilans untuk memastikan khasiat dan keamanan obat tetap terjaga bagi pasien.