Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mempererat kerja sama strategis dalam upaya mendongkrak kualitas pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah konkret ini diwujudkan melalui program Sinergi dan Kolaborasi (Serasi) yang digelar di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat (27/6/2026).
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan supervisi ke enam fasilitas kesehatan milik TNI yang menjadi mitra BPJS Kesehatan di wilayah Sulawesi Utara. Tim gabungan meninjau langsung berbagai aspek pelayanan, mulai dari alur penanganan peserta, pemanfaatan teknologi digital, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
"Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memastikan fasilitas kesehatan mitra mampu memberikan pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan berkualitas bagi peserta JKN," ungkap Akmal. Ia menegaskan bahwa evaluasi berkala dan kolaborasi yang terus diperkuat akan mendorong fasilitas kesehatan TNI semakin optimal dalam melayani kebutuhan peserta.
Akmal mengakui bahwa keberhasilan Program JKN tidak dapat dicapai oleh BPJS Kesehatan secara mandiri. Dibutuhkan dukungan dari berbagai mitra strategis, termasuk TNI yang memiliki jaringan hingga ke pelosok-pelosok terpencil di seluruh Indonesia. Kehadiran fasilitas kesehatan militer di daerah-daerah terluar menjadi aset penting dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Dalam forum Serasi tersebut, BPJS Kesehatan turut membuka ruang dialog guna menyerap aspirasi dan masukan dari jajaran TNI. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai transformasi layanan yang tengah dikembangkan, sehingga seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang selaras.
Dari sisi TNI, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan penguatan menyeluruh di sektor kesehatan militer. Penguatan tersebut mencakup koordinasi regulasi bidang kesehatan yang terus berkembang secara dinamis, serta penambahan jumlah fasilitas kesehatan agar dapat melayani tidak hanya anggota TNI aktif, tetapi juga purnawirawan, keluarga, dan masyarakat umum.
"Di samping menambah fasilitas, kami tingkatkan alat kesehatan dan SDM, dalam hal ini pemenuhan dokter spesialis," tegas Mayjen TNI dr. Hadi Juanda. Langkah ini menunjukkan keseriusan TNI dalam meningkatkan kapasitas layanan kesehatan yang dimilikinya agar selaras dengan standar mutu Program JKN.
Akmal berharap jajaran TNI dapat terus memperkuat dukungannya melalui penyebarluasan informasi yang akurat kepada para peserta serta penyelenggaraan layanan kesehatan bermutu tinggi. Rangkaian kegiatan Serasi ini, menurutnya, menjadi bukti nyata sinergi kedua institusi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.