Rencana strategis Indonesia untuk mengaliri Singapura dengan energi bersih kini memasuki babak krusial. Pemerintah secara resmi telah menunjuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai mitra utama dalam mengawal proyek perdagangan listrik lintas batas tersebut.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di sela-sela pertemuan Leaders' Retreat Indonesia-Singapura yang berlangsung pekan lalu. Melalui mandat baru ini, BPI Danantara akan mengambil peran sentral dalam memastikan kelancaran ekspor energi terbarukan Indonesia ke negara tetangga.
Dalam skema kemitraan yang telah disepakati, BPI Danantara akan bertindak sebagai representasi Indonesia dalam mengelola proyek listrik lintas batas. Sementara itu, pihak Singapura telah menetapkan Keppel Electric dan Sembcorp Utilities sebagai pembeli utama listrik hijau yang akan disuplai dari Indonesia.
Langkah ini dinilai menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam mengoptimalkan potensi sumber daya energi terbarukan sekaligus memperkuat kerja sama bilateral di sektor ekonomi hijau yang kini menjadi tren global.