Organisasi Kemasyarakatan Rakyat Djelata (Ormas RaDja) Blitar Raya kembali memfasilitasi kebangkitan ekonomi kerakyatan melalui perhelatan Blitar Fair 2026. Acara yang berlangsung selama sepuluh hari, terhitung sejak 4 hingga 13 September 2026, ini dipusatkan di area permainan sisi barat Alun-Alun Kanigoro, Kabupaten Blitar. Meskipun berlangsung bertepatan dengan berbagai agenda daerah lainnya, hiburan rakyat ini terbukti sukses menyedot antusiasme ribuan pengunjung.

Daya tarik utama perhelatan ini terletak pada paduan stan kuliner, wahana permainan anak, serta pameran produk kerajinan karya pedagang lokal. Panitia menyediakan total 100 stan, yang mencakup 75 stan kerucut untuk pelaku UMKM dan 25 stan bagi pedagang kecil serta kedai kopi. Selain itu, para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa beraktivitas di kawasan alun-alun tetap dipertahankan posisinya demi menjaga kelangsungan usaha mereka.

Ketua Umum Ormas RaDja, Tugas Nangolo Yudo Dili Prasetiono—yang akrab disapa Bagas Karangsono—menegaskan bahwa Blitar Fair 2026 merupakan wujud nyata implementasi visi organisasi dalam menyejahterakan masyarakat. Pihaknya sengaja membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha mikro agar dapat meningkatkan volume penjualan produk lokal maupun nasional di tengah masyarakat Kabupaten Blitar.

Dalam kesempatan tersebut, Bagas menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, kepolisian, TNI, serta jajaran kecamatan atas dukungan pengamanan dan kelancaran lalu lintas. Ormas RaDja berharap perhelatan ini dapat konsisten diselenggarakan setiap tahun sebagai contoh kegiatan sosial kemasyarakatan yang berdampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi riil masyarakat bawah.