Telin, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang berfokus pada bisnis internasional, kembali menggelar Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Pertemuan internasional ke-11 ini berlangsung di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, mulai 24 hingga 28 Agustus 2026, dengan mengusung tema besar 'Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress'.

Perhelatan akbar ini mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi yang mewakili 760 perusahaan teknologi dan telekomunikasi dari 67 negara. Fokus pembahasan tahun ini meliputi berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), konektivitas global, teknologi awan (cloud), hingga penguatan infrastruktur digital global.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menjelaskan bahwa kolaborasi global merupakan kunci utama untuk menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital yang sedang berkembang pesat. Menurutnya, potensi investasi teknologi digital di kawasan Asia Pasifik sangat besar, dan Indonesia harus siap mengambil peran strategis melalui penyediaan ekosistem digital yang tangguh.

Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba, menekankan krusialnya pembangunan infrastruktur kabel laut internasional. Penambahan kapasitas jaringan lintas batas dinilai sangat mendesak seiring melonjaknya kebutuhan transfer data akibat adopsi AI dan ekspansi pusat data di tingkat regional maupun global.

Salah satu terobosan baru dalam BATIC 2026 adalah peluncuran 'ignitePRO', sebuah konferensi eksekutif bertajuk 'The Enabled Enterprise'. CEO Telin, Abdul Rahman Ansyori, mengungkapkan bahwa forum ini dirancang khusus untuk memfasilitasi para pemimpin bisnis dalam mengadopsi sistem Autonomous AI serta solusi digital terpercaya untuk transformasi korporasi.

Selain sesi diskusi panel, konferensi berskala internasional ini juga sukses memfasilitasi lebih dari 4.200 agenda pertemuan bisnis. Langkah nyata ini menegaskan komitmen kuat TelkomGroup dalam membangun kemitraan global demi mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.