JAKARTA — Sebagai bentuk kepedulian terhadap penanganan dampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT), Forum Corporate Social Responsibility (CSR) DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Suri Nusantara Jaya (SNJ) mengirimkan bantuan logistik berupa satu ton daging rendang siap santap. Bantuan pangan berkualitas tinggi ini disalurkan untuk memastikan kebutuhan gizi para korban bencana yang berada di tempat pengungsian tetap terpenuhi dengan baik.

Ketua Forum CSR DKI Jakarta, Aldi Imam Wibowo, menyatakan bahwa pemenuhan nutrisi bagi penyintas bencana kerap menghadapi kendala besar akibat terbatasnya akses listrik, air bersih, serta fasilitas dapur umum. Menurutnya, penyintas tidak hanya membutuhkan makanan pokok kaya karbohidrat instan, tetapi juga asupan protein hewani berkualitas tinggi guna menjaga sistem kekebalan tubuh dari ancaman malnutrisi di tengah kondisi darurat.

Untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur di daerah terdampak, bantuan rendang tersebut diolah menggunakan teknologi retort, yaitu metode sterilisasi termal modern dalam kemasan kedap udara. Penggunaan inovasi dari Toko Daging Nusantara ini memungkinkan produk daging bertahan hingga satu tahun tanpa memerlukan sistem pendingin (non-cold chain), sekaligus dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu proses memasak ulang (zero cooking time).

Melihat efektivitas dan kepraktisannya, Forum CSR DKI mendorong para pemangku kepentingan nasional, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, dan Badan Pangan Nasional, untuk mengadopsi teknologi retort sebagai standar utama cadangan logistik bencana. Sinergi antara inovasi teknologi pangan dan aksi sosial korporasi diharapkan mampu mempercepat respons kemanusiaan yang terukur serta berorientasi pada ketahanan gizi berkelanjutan.