Pelatih anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong, angkat bicara guna meluruskan keraguan para pendukung terkait gaya kepelatihannya. Juru taktik asal Korea Selatan tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerapkan skema bermain bertahan yang kerap diidentikkan dengannya saat menukangi Tim Nasional Indonesia.
Menjelang bergulirnya kompetisi Super League musim 2026/2027, pelatih berusia 56 tahun itu membeberkan bahwa filosofi sepak bola sejatinya adalah menyerang. Strategi pragmatis defensif yang sempat ia tunjukkan bersama skuad Garuda murni disebabkan oleh perbedaan kualitas lawan di level internasional yang secara peringkat berada jauh di atas Indonesia.
Menurutnya, pendekatan realistis dengan memperkokoh lini pertahanan dan mengandalkan serangan balik cepat tersebut tidak perlu diterapkan di level liga domestik bersama Persija. Mantan pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 ini berambisi membangun karakter Macan Kemayoran yang lebih dominan, proaktif, dan trengginas sejak menit awal pertandingan.
Demi merealisasikan gaya bermain menyerang yang cepat ini, Shin Tae-yong tengah menyelaraskan visi dengan manajemen klub, termasuk berdiskusi intensif dengan Direktur Persija Jakarta, Panca Soeria. Prioritas utama saat ini adalah meramu komposisi skuad yang ideal, khususnya dalam pemilihan legiun asing yang sesuai dengan skema permainan agresifnya.
Keberhasilan transformasi taktik ini kini berada di tangan manajemen klub dalam memfasilitasi kebutuhan transfer sang pelatih. Apabila komposisi pemain yang diinginkan terwujud, Persija Jakarta diprediksi akan menjadi salah satu tim paling atraktif sekaligus penantang gelar juara yang disegani pada musim depan.