Kabupaten Badung, Bali, bersiap menjadi pusat perhatian dunia usaha internasional dengan terpilihnya sebagai lokasi penyelenggaraan Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) World Convention 2026. Pertemuan akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 15 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, ini diproyeksikan akan menarik sekitar 1.400 delegasi dari 47 negara di seluruh dunia.
Mengusung tema "One Fire, One Vision for Acceleration", konvensi ini menandai perayaan emas atau 50th Jubilee FGBMFI. Hajatan berskala global ini tidak hanya menjadi ruang kolaborasi, melainkan juga wadah strategis untuk menyelaraskan visi serta mengakselerasi peran para profesional dan pengusaha lintas negara dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah cepat.
Ketua Umum World Convention Bali 2026, Len Wijaya, menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan ini dirancang secara komprehensif. Selain fokus pada peningkatan kapasitas manajerial, para peserta juga akan dibekali dengan penguatan nilai spiritual demi menjaga integritas dalam menjalankan bisnis di era modern.
FGBMFI, yang di tanah air dikenal sebagai Perkumpulan Usahawan Injil Sepenuhnya Indonesia (PUISI), mengedepankan konsep pendekatan pasar (marketplace approach). Melalui metode ini, para pelaku usaha didorong untuk menerapkan etika moral dan kejujuran secara nyata dalam operasional bisnis sehari-hari, alih-alih sekadar mengejar profitabilitas semata.
Untuk memperkaya wawasan para delegasi, konvensi ini akan menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dan tokoh bisnis papan atas. Di antaranya adalah CEO Citibank Batara Sianturi serta praktisi bisnis dari Tamara Corporation, Anthony Putihrai. Kolaborasi para pemimpin korporasi ini bersama tokoh rohani nasional dan internasional diharapkan melahirkan gagasan segar mengenai tata kelola organisasi yang adaptif dan berkelanjutan.