Kebijakan terbaru Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara yang membatasi penyaluran Beasiswa Kaltara Unggul hanya untuk perguruan tinggi mitra kerja sama (MoU) menuai respons dari kalangan akademisi. Kebijakan ini dinilai mengejutkan karena langsung berdampak pada mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi swasta setempat.

Direktur Politeknik Bisnis Kaltara, Dr. Ana Sriekaningsih, mengungkapkan kekecewaannya atas pemberlakuan syarat tersebut secara tiba-tiba. Menurutnya, kampus yang dipimpinnya tidak mendapatkan alokasi beasiswa tahun ini, padahal sebelumnya sekitar 10 hingga 15 mahasiswa mereka rutin menerima bantuan pendidikan yang sangat membantu meringankan biaya perkuliahan tersebut.

Ana menyayangkan minimnya sosialisasi mengenai prasyarat kerja sama resmi tersebut yang baru diketahui pihak kampus melalui pemberitaan media sosial. Ia menilai, ketentuan teknis semacam ini semestinya diumumkan jauh-jauh hari agar perguruan tinggi memiliki waktu yang cukup untuk mengurus dan memproses dokumen kemitraan dengan Pemprov Kaltara.

Lebih lanjut, Ana mendorong pemerintah untuk melihat persoalan ini secara lebih humanis dengan mempertimbangkan kearifan lokal. Banyak mahasiswa di Politeknik Bisnis Kaltara berasal dari wilayah pedalaman dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, sehingga bantuan dari pemerintah daerah sangat krusial bagi keberlangsungan studi mereka.

Kebutuhan terhadap Beasiswa Kaltara Unggul ini kian mendesak menyusul adanya pengurangan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah pusat untuk angkatan 2025. Sejumlah mahasiswa semester dua yang semula berharap mendapat sokongan dari beasiswa daerah kini terancam kesulitan membiayai kelanjutan pendidikan mereka.

Kendati demikian, Ana menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bentuk diskriminasi karena memiliki landasan aturan yang jelas. Sebagai langkah solutif, pihak Politeknik Bisnis Kaltara berencana segera melakukan audiensi dengan Gubernur Kaltara untuk memproses kerja sama resmi, sekaligus berharap adanya kebijakan diskresi bagi mahasiswa yang terdampak pada periode berjalan ini.