BANGKINANG - Kualitas udara yang kian memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kabupaten Kampar mengambil langkah taktis. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), pemerintah daerah mulai memperketat proteksi kesehatan masyarakat guna meminimalkan risiko infeksi saluran pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Zulhendra Das’at, menjelaskan bahwa ribuan masker gratis telah didistribusikan ke seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Langkah ini diprioritaskan bagi kelompok rentan yang paling terdampak polusi udara, seperti anak sekolah, ibu hamil, lanjut usia, serta pasien yang berobat di fasilitas kesehatan.
Zulhendra juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila indeks kualitas udara menunjukkan kategori tidak sehat. Jika terpaksa harus keluar rumah, warga sangat dianjurkan mengenakan masker dengan benar guna menyaring partikel debu dan asap yang berbahaya bagi paru-paru.
Selain proteksi fisik, menjaga daya tahan tubuh dinilai krusial di tengah paparan kabut asap. Warga diharapkan menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak konsumsi air putih, beristirahat cukup, serta mengonsumsi vitamin tambahan agar imunitas tubuh tetap terjaga.
Dinas Kesehatan Kampar memastikan seluruh puskesmas induk maupun puskesmas pembantu (Pustu) telah bersiaga penuh. Warga yang mulai merasakan gejala klinis seperti batuk, pilek, tenggorokan gatal, hingga sesak napas diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum kondisi memburuk.