Tim Nasional Indonesia berpeluang besar menurunkan kekuatan terbaiknya dalam gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 September hingga 6 Oktober mendatang. Kehadiran sederet pemain diaspora berkualitas memberikan keleluasaan bagi pelatih John Herdman untuk meracik strategi terbaik guna membawa skuad Garuda terbang tinggi.

Turnamen bergengsi edisi kali ini akan diikuti oleh 11 negara Asia Tenggara ditambah dua tim undangan, yakni Bangladesh dan Pakistan. Berdasarkan hasil pembagian grup, Indonesia berada di Grup A bersanding dengan Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Mengingat format kompetisi yang ketat, setiap pertandingan menjadi sangat krusial dan tidak menyisakan ruang bagi kesalahan sekecil apa pun.

Pengamat sepak bola senior, Ronny Pangemanan atau yang akrab disapa Bung Ropan, mengingatkan agar tim kepelatihan tidak lagi melakukan eksperimen taktis yang berlebihan. Menurutnya, kegagalan pada turnamen sebelumnya harus dijadikan evaluasi penting, terlebih saat ini kedalaman skuad Merah Putih dinilai jauh lebih mumpuni.

Kehadiran pilar-pilar tangguh seperti Jay Idzes, Ole Romeny, Joey Pelupessy, Kevin Diks, hingga Calvin Verdonk diyakini akan memperkaya opsi formasi permainan. Kombinasi talenta lokal dan pengalaman internasional para pemain diaspora ini diharapkan mampu menampilkan permainan yang lebih agresif dan solid di lapangan.

Kendati di atas kertas diunggulkan dengan materi pemain yang mewah, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama bagi Indonesia. Tim-tim di fase grup seperti Malaysia dan Singapura berpotensi menyulitkan langkah Garuda, sementara kekuatan tradisional seperti Thailand dan Vietnam sudah siap menghadang di fase gugur berikutnya.