Setelah satu setengah tahun berjalannya Resolusi No. 57-NQ/TW, sektor ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di Vietnam menunjukkan kemajuan transformatif yang signifikan. Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi telah berhasil meletakkan fondasi kelembagaan yang kokoh melalui penyempurnaan berbagai undang-undang krusial, mulai dari teknologi tinggi hingga kecerdasan buatan, guna memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif di lapangan.

Salah satu terobosan fundamental adalah perubahan paradigma manajemen penelitian. Fokus yang sebelumnya tersegmentasi pada proyek-proyek individual kini dialihkan untuk memecahkan tantangan nasional melalui pengembangan teknologi strategis. Pemerintah telah menetapkan daftar 10 kelompok teknologi prioritas serta 20 tantangan nasional yang harus dituntaskan pada tahun 2030, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Inovasi juga menyentuh aspek pendanaan dan manajemen risiko. Melalui perluasan peran NAFOSTED dan penguatan dana modal ventura, ekosistem keuangan penelitian menjadi lebih inklusif. Secara progresif, prinsip 'penerimaan risiko' dalam penelitian ilmiah kini diakui secara regulasi. Langkah ini bertujuan membedakan antara risiko objektif dalam eksperimen ilmiah dengan pelanggaran administratif, sehingga memberikan ruang aman bagi para ilmuwan untuk berinovasi tanpa rasa takut akan kegagalan teknis.

Meski fondasi kebijakan telah mapan, Kementerian Sains dan Teknologi mengakui adanya tantangan dalam realisasi anggaran. Hingga pertengahan 2026, realisasi anggaran tercatat baru mencapai 25,9% akibat hambatan birokrasi keuangan yang belum sepenuhnya selaras dengan ritme penelitian. Oleh karena itu, kementerian kini mendorong implementasi mekanisme sandbox atau pengujian terkontrol.

Mekanisme sandbox ini diharapkan menjadi solusi fleksibel untuk menguji produk teknologi baru sebelum dipasarkan secara luas, dengan mengalihkan metode pengawasan dari pendekatan pra-persetujuan yang kaku menjadi pemantauan berbasis data dan luaran hasil. Dengan 28 proposal teknologi yang kini tengah dalam proses penilaian—termasuk pengembangan AI, robotika, dan bioteknologi—fokus nasional kini beralih sepenuhnya dari perumusan kebijakan menuju eksekusi dan komersialisasi riset di sektor industri.