Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menegaskan bahwa penguasaan matematika, sains, dan teknologi merupakan fondasi krusial bagi masa depan pembangunan Indonesia. Pemanfaatan sektor-sektor sains ini dinilai mendesak demi mendongkrak nilai tambah dan daya saing bangsa di kancah global.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama terkait pembentukan dan pengembangan SDGs Entrepreneurial Center antara Bappenas dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah strategis ini disepakati dalam rangkaian acara Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 di Jakarta.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan pentingnya peran BRIN dalam mentransformasikan keunggulan komparatif (comparative advantage) yang dimiliki Indonesia menjadi keunggulan kompetitif (competitive advantage). Menurutnya, pola pikir berbasis riset dan inovasi yang kuat harus menjadi motor penggerak transformasi ekonomi tersebut.

Rachmat menggarisbawahi bahwa hasil penelitian tidak boleh sekadar menjadi laporan administratif di atas kertas. Hasil riset harus diimplementasikan secara nyata agar memberikan dampak konkret bagi masyarakat luas. Untuk itu, kolaborasi erat yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas lokal sangat diperlukan untuk mendukung hilirisasi inovasi.

Sejalan dengan visi tersebut, Kepala BRIN Arif Satria menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ekosistem riset nasional demi menyukseskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Arif menambahkan, penerapan teknologi dan inovasi mutlak diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan riil yang dihadapi dalam proses pembangunan bangsa saat ini.