PT PAL Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat penguasaan teknologi hidrodinamika nasional. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan (NDA) yang berlangsung di Surabaya pada Senin (13/7/2026) lalu. Kemitraan ini ditargetkan mampu mendongkrak efisiensi dan keandalan armada laut dalam negeri.
Pengembangan bidang hidrodinamika memegang peranan krusial dalam evolusi industri maritim modern. Teknologi ini tidak hanya mengoptimalkan performa fisik kapal, melainkan juga menjadi fondasi penting dalam rancang bangun sistem bawah air yang canggih. Integrasi teknologi canggih ini diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan alutsista pertahanan yang kian kompleks.
Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, menjelaskan bahwa sinergi ini menjadi kunci penting untuk memperkokoh posisi industri perkapalan nasional di kancah global. Kolaborasi ini juga dirancang untuk mempercepat lahirnya inovasi-inovasi baru yang sesuai dengan visi besar PT PAL sebagai pusat teknologi pertahanan dan maritim nasional.
Kerja sama ini juga menerapkan pendekatan Triple Helix yang melibatkan sinergi kuat antara sektor industri, lembaga riset, dan pemerintah selaku regulator. Dukungan regulasi serta penyediaan fasilitas riset yang memadai dari pemerintah diharapkan dapat mempercepat proses komersialisasi dan penerapan teknologi canggih ini untuk kebutuhan strategis nasional.