Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital mutakhir. Komitmen ini diwujudkan dengan dibukanya kegiatan Sosialisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam rangkaian Lokakarya Tatap Muka AIM ASEAN Roadshow di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang.
Program kolaboratif ini diinisiasi oleh Senator DPD RI Komite IV Dapil Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, bekerja sama dengan ASEAN Foundation, AVPN, Google.org, Asian Development Bank (ADB), serta KUMPUL selaku penggerak ekosistem kewirausahaan. Langkah sinergis ini dirancang untuk membekali para pelaku usaha lokal agar mampu beradaptasi di tengah pesatnya perubahan lanskap ekonomi digital.
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan kini bukan lagi monopoli korporasi besar atau negara maju. Menurutnya, AI harus dipandang sebagai instrumen inklusif yang dapat diakses oleh pedagang kecil, nelayan, pelaku industri kreatif, hingga generasi muda demi menggenjot efisiensi operasional dan daya saing produk lokal.
Lebih lanjut, Lis menjelaskan bahwa penguatan UMKM berbasis teknologi merupakan strategi krusial dalam menghadapi tantangan fiskal daerah dan perubahan perilaku konsumen yang dinamis. Penggunaan AI diharapkan mampu memangkas biaya operasional sekaligus memperluas jangkauan pasar, sehingga UMKM dapat tumbuh mandiri tanpa bergantung penuh pada belanja pemerintah.
Langkah ini selaras dengan visi pembangunan Tanjungpinang BIMASAKTI, yang menitikberatkan pada aspek kreativitas dan pemanfaatan teknologi. Dengan teknologi AI, pelaku UMKM dapat dengan mudah mengelola berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari pembuatan desain produk, analisis tren pasar, penyusunan strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan administrasi keuangan secara lebih profesional.
Letak geografis Tanjungpinang yang strategis di wilayah perbatasan ASEAN dan dekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia menjadi modal penting untuk berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha, adopsi AI diharapkan mampu mengakselerasi transformasi digital dan membawa produk lokal bersaing di kancah nasional maupun global.