Pembukaan Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di GOR Abdur Rosyad, Kota Bekasi, menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga bela diri nasional. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) di bawah kepemimpinan AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang dinilai sukses membangun fondasi olahraga ini sejak tingkat paling bawah (grassroots).

Menurut Erick, inovasi seperti Muay Aerobik merupakan langkah cerdas untuk mendekatkan cabang olahraga ini kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Keberhasilan mengemas bela diri menjadi aktivitas yang menyenangkan dinilai mampu mempercepat regenerasi atlet demi menopang prestasi nasional di masa mendatang.

Lebih lanjut, Erick menegaskan pentingnya menaikkan target prestasi dari perolehan medali perak pada ajang sebelumnya menjadi medali emas pada SEA Games 2027 di Malaysia mendatang. Pencapaian ini diyakini dapat terwujud melalui komitmen bersama dan sinergi yang solid antara pemerintah, KONI, KOI, serta seluruh jajaran organisasi olahraga.

Sementara itu, Ketua Umum PBMI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengungkapkan bahwa IMC 2026 menorehkan sejarah baru dengan memecahkan rekor jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan Kejurnas Muaythai. Sebanyak 514 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian, terdiri atas 460 atlet kategori tarung (fight) dan 54 atlet kategori seni.

Tak hanya berfokus pada kompetisi di atas ring, kejuaraan ini juga menjadi ajang peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh. Tiga hari menjelang kejuaraan dimulai, PBMI menyelenggarakan program sertifikasi bagi wasit, juri, dan pelatih dengan mendatangkan empat instruktur langsung dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA).

Melalui ajang nasional ini, LaNyalla berharap para atlet amatir dapat memanfaatkannya sebagai wadah pembuktian kemampuan demi menembus skuat pelatnas. Sementara bagi para atlet elite, ia berpesan agar mereka mampu menjadi teladan kedisiplinan dan sportivitas tinggi, sekaligus membuktikan keberhasilan penerapan standar penjurian internasional selama kejuaraan berlangsung.