Perusahaan manufaktur semikonduktor terbesar asal Taiwan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), dilaporkan bakal menambah investasinya sebesar US$100 miliar atau setara Rp1.799 triliun di Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan strategis antara Washington dan Taipei untuk memindahkan sebagian kapasitas produksi chip pintar ke wilayah AS.
Tambahan modal jumbo ini melambungkan total rencana investasi TSMC di Negeri Paman Sam menjadi US$265 miliar (sekitar Rp4.769 triliun). Dana segar tersebut dialokasikan untuk membangun empat pabrik chip baru, yang nantinya akan melengkapi ekspansi TSMC di AS hingga memiliki total sepuluh fasilitas fabrikasi dan dua pusat pengemasan chip.
Langkah ekspansi besar-besaran ini dipicu oleh kekhawatiran mendalam para pembuat kebijakan di Washington terkait konsentrasi produksi chip mutakhir di Taiwan. Wilayah otonom tersebut dinilai memiliki risiko tinggi karena berada di zona rawan gempa, serta terus menghadapi tekanan geopolitik dari China yang mengeklaim pulau tersebut sebagai wilayah kekuasaannya.
Upaya meyakinkan TSMC untuk memperluas investasinya di Arizona ini dipimpin oleh Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick. TSMC sendiri memegang peran krusial dalam rantai pasok global sebagai produsen utama chip kecerdasan buatan (AI) yang diandalkan oleh raksasa teknologi dunia seperti Nvidia Corp.