Puluhan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kabupaten Tabalong terus digembleng melalui latihan fisik intensif di Komplek Pendopo Bersinar, Tanjung. Meski harus berhadapan dengan cuaca terik yang menyengat sejak menjelang siang, semangat para peserta tidak surut demi menyukseskan upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Untuk mengantisipasi dampak buruk cuaca panas ekstrem, panitia menyiagakan tim medis yang bersiaga penuh mulai pagi hingga malam hari. Langkah preventif ini diambil guna memantau stabilitas kondisi fisik para peserta karantina secara berkala serta memastikan mereka mendapatkan asupan nutrisi dan cairan yang cukup selama masa pembinaan.

Pelatih Paskibraka Tabalong, Oky Satriyane, menjelaskan bahwa suhu udara di lapangan saat siang hari kini kerap melampaui 32 derajat Celsius. Untuk meminimalisasi risiko gangguan kesehatan serius seperti serangan panas (heatstroke), tim pelatih telah menyiapkan skema latihan alternatif yang lebih adaptif.

"Jika kondisi cuaca memburuk atau terlalu menyengat, kami akan mengalihkan metode latihan ke area dalam ruangan (indoor) atau lokasi terbuka yang lebih teduh. Kami juga sangat memperhatikan kondisi fisik anak-anak di lapangan. Apabila ada yang menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, mereka segera diarahkan untuk beristirahat dan minum," ujar Oky.

Melalui pengawasan ketat dari tim kesehatan dan penyesuaian metode latihan ini, diharapkan seluruh anggota Capaska Tabalong dapat mempertahankan kebugaran optimal mereka hingga hari pelaksanaan pengibaran bendera pusaka nanti.