BATANG HARI – Menghadapi ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian pekat, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Batang Hari mengambil langkah taktis. Pihak sekolah secara resmi menyesuaikan sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) demi menjamin keselamatan dan kesehatan seluruh siswa serta tenaga pendidik.
Kepala MTsN 4 Batang Hari, M. Husni Thamrin, mengimbau seluruh warga madrasah untuk memperketat protokol kesehatan secara mandiri. Langkah preventif yang dianjurkan meliputi kewajiban menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi kegiatan fisik di lapangan terbuka, meningkatkan konsumsi air putih, serta menjaga pola istirahat yang cukup guna menjaga imunitas tubuh.
Husni menegaskan bahwa situasi tanggap darurat kabut asap ini tidak boleh melumpuhkan proses transfer ilmu. Pembelajaran tetap berlangsung dengan penyesuaian intensitas dan metode, mengedepankan konsep sekolah ramah anak yang aman dan fleksibel terhadap dinamika kualitas udara di wilayah Batang Hari.
"Prioritas utama kami saat ini adalah kesehatan anak-anak. Proses belajar mengajar harus terus berjalan secara adaptif, menyesuaikan dengan fluktuasi indeks kualitas udara di lapangan," ujar Husni saat menjelaskan kebijakan tersebut.
Selain memantau kondisi fisik, pihak madrasah juga menaruh perhatian serius pada aspek psikososial siswa. Ketidaknyamanan akibat kabut asap dinilai dapat memengaruhi fokus dan kestabilan emosi anak. Oleh karena itu, sinergi dengan orang tua di rumah sangat diharapkan untuk terus memantau asupan gizi anak serta memberikan lingkungan belajar mandiri yang kondusif.