Kelompok mahasiswa program Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengambil langkah preventif dengan menggelar edukasi serta skrining postur tubuh bagi kalangan remaja di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Langkah nyata ini diambil guna mengantisipasi potensi kelainan tulang belakang akibat kebiasaan aktivitas sehari-hari yang kurang tepat.

Kegiatan yang mengusung misi peningkatan kesadaran kesehatan sejak dini ini menyasar lima Posyandu Remaja di wilayah tersebut, yakni Lorok, Tambakboyo, Pojok, Kateguhan, dan Kedungjambal. Fokus utama edukasi diarahkan pada pengenalan risiko kelainan Forward Head Posture (FHP) serta skoliosis yang rentan menyerang usia muda.

Ketua kelompok mahasiswa UMS, Reza Ghani Abdul Azis, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan atas meningkatnya durasi penggunaan gawai (gadget) serta posisi duduk yang tidak ergonomis saat belajar dalam waktu lama. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dinilai berisiko tinggi merusak struktur posisi tulang belakang jika dibiarkan tanpa adanya pemahaman postur yang benar.

Dalam proses pemeriksaan fisik, para mahasiswa menggunakan teknologi kesehatan untuk mendapatkan hasil deteksi yang presisi. Mereka memanfaatkan instrumen digital scoliometer guna mengukur potensi rotasi tulang belakang (skoliosis) serta aplikasi web angle visio untuk memetakan tingkat kemiringan posisi kepala dan leher peserta secara langsung.

Bidan Desa Kedungjambal, Tri Rahayu, mengapresiasi kolaborasi edukatif ini karena materi yang disampaikan dinilai sangat mudah dipahami oleh para remaja. Senada dengan hal tersebut, warga setempat berharap program pemantauan kesehatan gerak tubuh ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi menjaga kualitas hidup generasi muda di Sukoharjo.