Pertandingan pembuka Super League musim 2026/27 antara Borneo FC Samarinda melawan Persija Jakarta dipastikan tetap berjalan sesuai rencana, meskipun sempat dibayangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengonfirmasi bahwa situasi karhutla di wilayah Kalimantan berangsur membaik dan mulai mereda.

Duel sengit kedua tim ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada 5 September 2026. Menurut Ferry, keputusan untuk tetap melaksanakan laga sesuai agenda awal merupakan hasil kesepakatan bersama antara pihak operator liga dan kedua klub yang bertanding.

Di samping mengonfirmasi kelayakan venue pertandingan, Ferry juga memaparkan bahwa penyusunan jadwal musim baru ini telah mengadopsi sistem komputerisasi mutakhir. Metode digital ini serupa dengan teknologi penjadwalan yang diterapkan oleh kompetisi sepak bola elite dunia, seperti J-League di Jepang dan Ligue 1 di Prancis.

Sistem anyar tersebut dirancang untuk mengolah hingga 200 ribu data permintaan serta variabel teknis dari seluruh klub peserta. Melalui mekanisme canggih ini, operator liga dapat menyelaraskan agenda kompetisi domestik agar tidak berbenturan dengan turnamen lain, sekaligus meminimalkan risiko kepadatan jadwal yang bisa memicu kelelahan pemain.