Mitsubishi Motors Indonesia secara resmi memperkenalkan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) melalui model Xforce untuk pasar tanah air. Meskipun memiliki lini kendaraan ramah lingkungan yang lengkap secara global—mulai dari Mild Hybrid (MHEV), Plug-in Hybrid (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV)—pabrikan berlogo tiga berlian ini menilai HEV adalah opsi paling ideal saat ini.
Keputusan tersebut didasari oleh analisis mendalam terhadap perilaku konsumen di Indonesia. Head of Product Planning Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Nur Ali Said, mengungkapkan bahwa teknologi hybrid konvensional menawarkan kepraktisan tinggi karena pengguna tidak perlu mengubah kebiasaan berkendara mereka, termasuk dalam hal pengisian daya baterai.
Menariknya, Indonesia justru mendapatkan Xforce HEV terlebih dahulu ketimbang Xpander HEV yang sudah mengaspal di Thailand sejak awal tahun lalu. Pihak MMKSI menjelaskan bahwa SUV kompak ini dibekali dengan sistem hybrid generasi terbaru yang lebih disempurnakan demi menjawab kebutuhan spesifik masyarakat Indonesia.
Dari segi teknis, perbedaan utama antara kedua model tersebut terletak pada sistem penggerak. Kendati keduanya menggendong mesin bensin 1.6-liter berkode 4A92 dengan siklus Atkinson, Xforce HEV telah mengadopsi transmisi transaxle dua percepatan (2-speed transaxle), berbeda dengan Xpander HEV yang masih menggunakan single-speed.
Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar, menambahkan bahwa penggunaan transaxle dua percepatan ini memberikan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih optimal. Sistem ini memungkinkan Xforce HEV tetap melaju dalam mode elektrik murni (EV Mode) pada kecepatan yang lebih tinggi tanpa membebani motor listrik secara berlebih.