Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif di wilayah Tegal Raya kini diarahkan pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah strategis ini dinilai krusial mengingat AI bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan kebutuhan fundamental untuk meningkatkan daya saing industri kreatif lokal di kancah global.

Guna mewujudkan transformasi digital tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan AI bagi pelaku usaha setempat. Kegiatan edukatif ini berlangsung di Kota Tegal dengan fokus membekali peserta keterampilan praktis berbasis teknologi modern.

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menegaskan bahwa penerapan kecerdasan buatan menjadi kunci masa depan ekonomi kreatif daerah. Ia menyoroti tiga pilar utama dalam transformasi ini, yaitu peningkatan produktivitas pelaku UMKM, pembinaan talenta digital generasi muda, serta penguatan posisi tawar produk-produk lokal.

Fikri memaparkan bahwa teknologi AI telah terbukti efektif dalam mempermudah operasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan mengadopsi sistem cerdas, pelaku usaha dapat melakukan otomatisasi kerja, menekan biaya operasional, serta merancang strategi pemasaran yang lebih presisi dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, integrasi kecerdasan buatan ini juga diproyeksikan sebagai solusi atas berbagai hambatan klasik yang kerap dihadapi UMKM daerah, terutama keterbatasan sumber daya manusia dan operasional. Melalui analisis data prediktif dan efisiensi sistem, pelaku bisnis lokal diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika pasar global yang kompetitif.