Perguruan tinggi di Indonesia kini didorong untuk mengambil peran lebih aktif dalam mempercepat transisi menuju industri hijau yang berkelanjutan. Kampus tidak lagi sekadar menjadi lembaga akademis teoritis, melainkan harus bertransformasi menjadi motor penggerak utama dalam ekosistem pelestarian lingkungan melalui pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Bidang Kebijakan Lingkungan Berbasis Sains, Emir M. Husni, menegaskan adanya tiga pilar strategis yang wajib dijalankan oleh institusi pendidikan tinggi. Ketiga fungsi tersebut meliputi pencipta teknologi bersih, penilai kelayakan serta dampak lingkungan, dan penyebar inovasi agar dapat diimplementasikan secara nyata oleh masyarakat maupun sektor industri.
Menurut Emir, penguatan peran akademisi ini sangat krusial di tengah meningkatnya tuntutan penerapan konsep industri hijau di tanah air. Skema industri ini menitikberatkan pada efisiensi penggunaan sumber daya, minimalisasi limbah, serta pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Guna mendukung hal ini, Kementerian Lingkungan Hidup telah menerapkan berbagai standardisasi, mulai dari pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan limbah B3, hingga audit daur hidup produk.
Untuk menjembatani riset kampus dengan kebutuhan pasar, Emir bersama jajaran ahli seperti Sawalluddin Lubis dan Tutuko Wirjoatmojo telah menyampaikan usulan strategis kepada KLH melalui Kepala Pusat Standarisasi Instrumen Lingkungan Hidup, Upik Sitti Aslia Kamil. Mereka mendorong agar regulator membuka akses sertifikasi ramah lingkungan khusus bagi prototipe teknologi yang diciptakan oleh akademisi dan masyarakat umum.
Sertifikasi khusus ini diharapkan menjadi jaminan mutu ilmiah dan legalitas formal sebelum teknologi tersebut diproduksi secara massal. Dengan adanya kepastian regulasi dan standardisasi tersebut, sektor industri diyakini akan lebih percaya diri untuk mengadopsi teknologi hijau buatan dalam negeri, sekaligus mempercepat kemandirian teknologi nasional demi masa depan bumi yang lebih baik.