Institut Perminyakan Vietnam (VPI) dan perusahaan teknologi global, Siemens, resmi menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini berfokus pada riset, pengembangan, serta implementasi teknologi mutakhir seperti kembaran digital (digital twin), kecerdasan buatan (AI), analitik data, dan manajemen kinerja aset untuk mendukung sektor energi dan industri di Vietnam.
Langkah ini merupakan perwujudan konkret dari Resolusi No. 57-NQ/TW yang diterbitkan oleh Politbiro Vietnam pada Desember 2024. Resolusi tersebut menekankan pentingnya terobosan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan transformasi digital sebagai pilar utama kedaulatan serta kemajuan ekonomi nasional. VPI, sebagai unit riset di bawah naungan Petrovietnam, memposisikan kemitraan ini sebagai instrumen vital dalam meningkatkan efisiensi operasional hulu hingga hilir.
Dr. Pham Thai Lai, Presiden dan CEO Siemens ASEAN dan Vietnam, menyoroti pentingnya sinergi ini dalam menghadapi tantangan transisi energi global. Menurutnya, pemanfaatan platform teknologi canggih milik Siemens yang dipadukan dengan keahlian praktis VPI akan menjadi fondasi kuat bagi Vietnam dalam mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2050 serta memastikan ketahanan energi nasional di masa depan.
Selain transformasi digital, kolaborasi ini juga menyasar eksplorasi teknologi energi masa depan, termasuk pengembangan hidrogen hijau, sistem penyimpanan energi canggih, hingga teknologi penangkapan karbon. VPI berkomitmen untuk menyelaraskan peta jalan riset mereka dengan 10 sektor teknologi nasional strategis yang telah ditetapkan pemerintah Vietnam, guna memastikan implementasi teknologi yang adaptif dan relevan dengan karakteristik pasar lokal.
Kedua belah pihak optimis bahwa kemitraan ini tidak hanya akan mempercepat digitalisasi sektor energi, tetapi juga membuka akses bagi transfer teknologi internasional ke Vietnam. Penandatanganan ini menjadi titik awal bagi proyek-proyek spesifik di masa mendatang yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan bagi perkembangan ekonomi negara dalam beberapa dekade ke depan.