Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) bersinergi merumuskan arah baru industri kelapa sawit nasional melalui gelaran Temu Ilmiah III. Forum akademis yang diselenggarakan di Auditorium Kantor Bupati Pelalawan, Riau, pada Rabu (8/7/2026) ini berfokus pada urgensi hilirisasi dan adopsi teknologi modern guna menghadapi dinamika pasar global.
Mengusung tema "Advancing the Palm Oil Industry: Smart and Sustainable Technologies for Downstream Innovation and Industrial Challenges", agenda ini mempertemukan para akademisi, peneliti lintas negara, birokrat, serta praktisi industri. Pertemuan ilmiah ini sekaligus menandai perayaan Dies Natalis ke-10 ITP2I dalam memperkuat kontribusinya bagi sektor perkebunan tanah air.
Sederet pakar terkemuka hadir membagikan pandangan mereka, di antaranya Assoc. Prof. Potjamarn Suraninpong dari Walailak University Thailand, Prof. Ir. Hariyadi dari IPB University, Prof. Khairur Rizal dari Universiti Teknologi Malaysia, serta Sariadi Sipayung selaku praktisi perkebunan dari Wilmar Afrika. Arahan pembuka juga disampaikan secara daring oleh Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Mohammad Alfansyah.
Rektor ITP2I, Prof. Tengku Dahril, mengungkapkan komitmen institusinya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi demi kemajuan industri. Kampus yang kini membina 628 mahasiswa aktif dan telah meluluskan 192 alumni tersebut menargetkan seluruh jajaran dosennya segera meraih kualifikasi doktor guna menghasilkan riset aplikatif yang menjadi solusi nyata bagi para pelaku industri sawit.
Mewakili Bupati Pelalawan, Asisten III Setdakab Pelalawan Mayhendri menekankan bahwa hilirisasi komoditas sawit tidak lagi bisa ditunda. Ia menegaskan, daerah sentra produksi seperti Pelalawan membutuhkan intervensi teknologi digital seperti Kecerdasan Buatan (AI), Internet of Things (IoT), serta pertanian cerdas (smart farming) untuk mendongkrak efisiensi dan nilai tambah produk sehingga tidak sekadar mengekspor bahan mentah.
Selain transformasi digital, diskusi interaktif dalam forum ini menyoroti isu-isu krusial seperti implementasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), sistem ketertelusuran produk (traceability), dan penguatan legalitas UMKM perkebunan. Sinergi antara dunia akademik, industri, dan dukungan pembiayaan riset dari BPDP dinilai menjadi kunci utama untuk mempercepat transisi menuju ekosistem kelapa sawit yang berkelanjutan.