Kekalahan dua gol tanpa balas dari Spanyol pada laga semifinal Piala Dunia 2026 tidak hanya menghentikan langkah Prancis menuju partai puncak, tetapi juga menandai berakhirnya era kepelatihan Didier Deschamps. Juru taktik berusia 57 tahun tersebut dipastikan bakal menanggalkan jabatannya setelah laga perebutan tempat ketiga mendatang, menyelesaikan masa bakti sepanjang 14 tahun yang sarat prestasi.

Deschamps meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi sepak bola Prancis. Sejak mulai menakhodai Les Bleus pada 2012, mantan gelandang bertahan ini berhasil memulihkan keharmonisan tim pasca-insiden pemogokan pemain yang memalukan di Piala Dunia 2010. Di bawah arahannya, Prancis bertransformasi menjadi kekuatan yang disegani secara konsisten di panggung internasional.

Catatan prestasi Deschamps terbilang luar biasa, mencakup trofi Piala Dunia 2018, juara UEFA Nations League 2021, serta status finalis pada Euro 2016 dan Piala Dunia 2022. Pencapaian ini menyejajarkan dirinya dengan legenda sepak bola dunia seperti Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer sebagai figur yang sukses merengkuh Piala Dunia baik sebagai pemain maupun pelatih.

Seiring dengan kepergian Deschamps, spekulasi mengenai suksesornya langsung mengarah pada satu nama besar: Zinedine Zidane. Mantan rekan setim Deschamps saat menjuarai Piala Dunia 1998 tersebut dilaporkan menjadi kandidat terdepan untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan.

Jika resmi ditunjuk, Zidane akan mewarisi skuad mewah yang dihuni oleh talenta papan atas seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Desire Doue. Tugas berat telah menanti mantan pelatih Real Madrid ini untuk tidak hanya mempertahankan dominasi Les Bleus, tetapi juga menyatukan potensi individu para pemain muda menjadi kekuatan kolektif yang siap mendulang trofi juara baru.