PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam digitalisasi layanannya. Hingga kuartal pertama tahun 2026, tercatat sebanyak 99,8 persen dari total transaksi nasabah di bank swasta terbesar di Indonesia ini telah diproses melalui platform digital, baik untuk segmen ritel maupun korporasi.

Tren positif ini juga tercermin dari lonjakan frekuensi transaksi perseroan yang meningkat hingga 61 persen dalam tiga tahun terakhir. Di saat yang sama, basis nasabah BCA mengalami ekspansi sebesar 18 persen, sehingga kini menyentuh angka 34,5 juta nasabah.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menegaskan bahwa kesuksesan ini merupakan buah dari komitmen perseroan dalam merancang transformasi digital yang berorientasi pada kebutuhan nasabah. Menurutnya, keberadaan berbagai platform seperti myBCA, myBCA Bisnis, dan Ocean by BCA menjadi kunci utama dalam mempermudah layanan perbankan transaksi dan manajemen kas perusahaan.

Hingga akhir Maret 2026, BCA secara keseluruhan mengelola sekitar 44 juta rekening nasabah dan menangani lebih dari 122 juta transaksi setiap harinya. Meskipun layanan digital mendominasi, perseroan tetap menjaga akses fisik dengan mengoperasikan 1.270 kantor cabang dan 20.336 jaringan ATM di berbagai wilayah Indonesia.

Keberhasilan dalam memodernisasi layanan ini juga mendapat apresiasi internasional di ajang Digital CX Awards 2026. BCA memborong enam penghargaan bergengsi, termasuk gelar Best Retail Bank for Digital CX di Indonesia untuk aplikasi myBCA serta penghargaan khusus untuk platform Ocean by BCA di tingkat Asia Tenggara atas performa sistem transaksi korporasinya.