Perusahaan asuransi raksasa Allianz SE mengambil langkah restrukturisasi signifikan pada unit bisnisnya, Allianz Partners. Melalui upaya percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI), perusahaan berencana memangkas antara 1.500 hingga 1.800 posisi pekerjaan di seluruh wilayah Eropa.
CEO Allianz Partners, Tomas Kunzmann, menyatakan bahwa pengurangan staf ini akan dilakukan melalui serangkaian kebijakan yang moderat, seperti tawaran pensiun dini, paket pesangon sukarela, serta opsi pengunduran diri dengan kompensasi. Langkah ini diambil setelah perusahaan melakukan negosiasi intensif dengan dewan pekerja selama enam bulan terakhir.
Kebijakan efisiensi ini akan menyasar sejumlah negara operasional utama, termasuk Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, serta kawasan Benelux. Manajemen Allianz Partners menegaskan bahwa integrasi AI menjadi katalis utama di balik perubahan struktur organisasi ini, sejalan dengan visi transformasi digital yang sempat diumumkan sebelumnya.
Saat ini, Allianz Partners tercatat memiliki lebih dari 22.000 karyawan di seluruh dunia. Kendati pemangkasan ini membawa dampak pada ribuan tenaga kerja, pihak perusahaan berkomitmen menjalankan transisi ini secara terukur untuk meminimalisir dampak sosial bagi para karyawan yang terdampak.