Industri ritel di Indonesia tengah memasuki era baru yang dinamis, di mana pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci utama untuk memenangkan hati konsumen. Transformasi digital ini dinilai krusial tidak hanya untuk menyesuaikan dengan ekspektasi pelanggan yang kian tinggi, tetapi juga demi memperkuat daya saing industri di kancah nasional.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya adaptasi digital ini saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di PIK Avenue, Jakarta Utara, Rabu (26/8/2026). Menurut Budi, sektor ritel memegang peran vital sebagai jembatan langsung antara produsen dan konsumen, sehingga kinerjanya menjadi barometer kekuatan daya beli masyarakat.
Kontribusi sektor ritel terhadap perekonomian juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2026 yang mencapai 5,06 persen secara tahunan, dengan konsumsi rumah tangga menyumbang 53,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, optimisme pasar tetap terjaga yang dibuktikan oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per Juli 2026 yang kokoh di angka 116,8.
Akselerasi transformasi ritel ini didukung penuh oleh ekosistem pembayaran digital seperti QRIS, yang kini telah menjangkau 65,77 juta pengguna dan diadopsi oleh 44,86 juta merchant. Menariknya, mayoritas dari merchant tersebut, yakni sekitar 96,68 persen, merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, mengingatkan bahwa pelaku ritel konvensional harus bergerak cepat. Integrasi antara toko fisik dengan kecerdasan buatan serta analisis algoritma dinilai menjadi strategi mutlak agar toko luring tetap relevan dan mampu bersaing di era modern.
Mengusung tema "Rethinking Retail: The Future is Customer-Led", gelaran IRSE 2026 menghadirkan puluhan sesi diskusi interaktif yang melibatkan puluhan pembicara dan ratusan eksibitor. Melalui ajang kolaboratif ini, pemerintah bersama pelaku usaha berkomitmen menciptakan ekosistem ritel yang tidak hanya mengejar transaksi, melainkan berfokus pada inovasi yang berkelanjutan.