Yayasan KEHATI kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di tanah air melalui penyelenggaraan ESG Award 2026. Ajang penghargaan tahunan yang telah memasuki edisi keempat ini digelar di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026), dengan dihadiri oleh berbagai regulator, pelaku pasar modal, investor, dan pemangku kepentingan industri.
Inisiasi ini merupakan bagian dari langkah strategis Yayasan KEHATI dalam membangun ekosistem investasi berkelanjutan di Indonesia yang dirintis sejak peluncuran indeks SRI-KEHATI bersama Bursa Efek Indonesia pada 2009 silam. Upaya tersebut kemudian diperkuat pada tahun 2021 melalui peluncuran indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI yang kini menjadi acuan penting bagi para investor dalam mengambil keputusan berbasis keberlanjutan.
Kendati tren investasi hijau terus bertumbuh, adopsi ESG di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa terbatasnya pilihan produk investasi berkelanjutan serta minimnya pemahaman publik. Guna menjawab tantangan tersebut, ESG Award 2026 memberikan apresiasi dalam empat kategori utama, yaitu Capital Market, Impact Investment, Debt & Project Financing, serta Best Facilitator, setelah melalui proses kurasi ketat oleh dewan juri independen.
Anggota Dewan Juri ESG Award 2026, Ongki Kurniawan, menggarisbawahi bahwa integrasi ESG kini bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi atau tuntutan pasar, melainkan fondasi vital untuk membangun ketahanan bisnis jangka panjang. Menurutnya, kemampuan menyelaraskan profitabilitas dengan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat akan menjadi penentu daya saing korporasi di masa depan.
Melalui momentum penghargaan ini, Yayasan KEHATI berharap kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan tata kelola yang baik dapat bertransformasi dari sekadar kewajiban moral menjadi standar operasional utama di seluruh sektor usaha demi mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi hijau yang inklusif.