AMBON - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Maluku Husada kembali mengukuhkan 201 wisudawan dari program Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Gedung Presisi Polda Maluku, Tantui, Ambon, Kamis (30/7/2026). Prosesi wisuda dan pengambilan sumpah profesi ini menandai langkah baru bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja yang kini terbuka lebar hingga ke mancanegara.

Ketua STIKes Maluku Husada, Lukman La Basy, menegaskan bahwa peluang karier di bidang keperawatan saat ini tidak lagi terbatas di ranah lokal maupun nasional, melainkan telah merambah ke tingkat internasional. Menurutnya, kebutuhan global akan tenaga medis profesional terus meningkat secara dinamis, seiring dengan kebijakan pemerintah yang membuka jalur penempatan resmi ke negara-negara seperti Belanda, Taiwan, dan Arab Saudi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, STIKes Maluku Husada telah mengintegrasikan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Pendekatan ini berfokus pada penguasaan pengetahuan, sikap, serta keterampilan klinis dan komunikasi terapeutik yang mumpuni. Lukman menjelaskan bahwa seluruh lulusan dibekali dengan praktik laboratorium dan klinik yang intensif agar siap menghadapi dinamika pelayanan kesehatan modern.

Dari total 201 lulusan yang dikukuhkan, sebanyak 141 orang berasal dari Program Sarjana Ilmu Keperawatan dan 60 orang dari Program Profesi Ners. Prestasi gemilang dicatatkan oleh Refki Ambari Duila dari Program Sarjana Keperawatan serta Zulkarnain Rusdi Mamulaty dari Program Profesi Ners, yang masing-masing berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

Sebagai langkah konkret menyalurkan lulusannya, STIKes Maluku Husada telah menjalin kemitraan strategis dengan lembaga penyalur tenaga kerja luar negeri. Saat ini, sejumlah alumni dilaporkan telah aktif bekerja sebagai perawat di Belanda, sementara beberapa lulusan lainnya tengah menjalani pelatihan bahasa intensif guna mempersiapkan keberangkatan mereka ke luar negeri.

Acara wisuda ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, antara lain Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Direktur RSUD Dr. M. Haulussy Ambon, Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Ketua DPW PPNI Maluku, serta para tokoh agama dan pimpinan perguruan tinggi setempat.