Pemerintah Vietnam secara resmi memulai langkah transformatif melalui Resolusi No. 57-NQ/TW yang diterbitkan oleh Politbiro. Kebijakan ini dirancang sebagai katalisator dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta percepatan transformasi digital nasional guna meningkatkan daya saing negara di kancah regional maupun internasional.
Salah satu inti dari kebijakan ini adalah pembentukan mekanisme finansial yang lebih fleksibel dan menarik bagi para ilmuwan serta insinyur tingkat atas. Melalui usulan Dana Pengembangan Sains dan Teknologi Nasional, pemerintah menyusun kerangka gaji kompetitif yang disesuaikan dengan standar global, dengan angka tertinggi mencapai 300 juta VND per bulan bagi Kepala Insinyur. Langkah ini bertujuan untuk membalikkan pendekatan manajemen dari sekadar 'tugas riset' menjadi fokus pada pengembangan produk yang bernilai pasar tinggi.
Di tingkat daerah, Kota Can Tho telah lebih dulu merespons arahan ini dengan menerbitkan Resolusi No. 16/2026/NQ-HĐND. Kebijakan ini menawarkan insentif fiskal signifikan hingga 100 miliar VND bagi perusahaan di sektor semikonduktor dan elektronik. Dukungan ini mencakup subsidi biaya pelatihan SDM, riset dan pengembangan (R&D), serta pengadaan mesin, dengan syarat komitmen operasional minimal selama lima tahun.
Sementara itu, pusat inovasi lainnya seperti Kota Ho Chi Minh dan Da Nang mulai fokus pada pembangunan ekosistem teknologi masa depan. Kota Ho Chi Minh kini memprioritaskan teknologi kuantum sebagai salah satu dari 10 kelompok teknologi strategis nasional, dengan Universitas Nasional Vietnam telah meluncurkan spesialisasi komputasi kuantum dalam kurikulum akademik mereka.
Secara keseluruhan, implementasi Resolusi 57 mencerminkan ambisi besar Vietnam untuk mencapai kemandirian teknologi. Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta, langkah ini diharapkan mampu menjadikan inovasi sebagai motor penggerak utama dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di era baru.