Puskesmas Jiken di Kabupaten Blora resmi meluncurkan 26 inovasi pelayanan kesehatan terpadu. Langkah progresif ini diambil guna mendekatkan akses medis kepada masyarakat, mempercepat proses administrasi, serta memastikan kualitas layanan kesehatan yang prima hingga ke wilayah pelosok kecamatan.

Kepala Puskesmas Jiken, Dadang Kun Septianto, mengungkapkan bahwa seluruh program baru ini dirancang berdasarkan kebutuhan riil warga di lapangan. Fokus utamanya mencakup digitalisasi pendaftaran, optimalisasi kesehatan ibu dan anak, penanganan stunting, hingga penanggulangan penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC) dan HIV.

Upaya ini mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora. Terobosan tersebut dinilai berhasil memangkas birokrasi dan waktu tunggu pasien, sekaligus menjadi percontohan bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lainnya dalam menerapkan transformasi layanan publik yang adaptif dan humanis.

Di antara puluhan inovasi yang diluncurkan, terdapat beberapa program unggulan. Salah satunya adalah Si Dora (Sistem Pendaftaran dan Konsultasi Online Rawat Jalan) yang memindahkan antrean pasien ke dalam sistem digital. Ada pula Laju Grab, layanan transportasi gratis untuk menjamin keselamatan ibu hamil saat hendak bersalin.

Sementara itu, di sektor perbaikan gizi anak, program Dasiku Batik Biru dihadirkan untuk mendeteksi dini dan mengintervensi balita stunting secara langsung ke rumah warga. Puskesmas Jiken juga memfasilitasi konsultasi privat tanpa stigma bagi penderita TBC dan HIV melalui layanan berbasis WhatsApp yang dinamakan Wakul T-Bhi.

Tak hanya berfokus pada aspek medis, kemudahan administrasi pascamelahirkan juga diakomodasi lewat inovasi Panutan, yang membantu pengurusan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak secara cepat. Sinergi puluhan inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan lokal secara signifikan.