SOLOK SELATAN — Pemerintah Indonesia terus memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional yang inklusif dan berkeadilan. Langkah ini diwujudkan melalui dorongan transformasi digital dan modernisasi kelembagaan agar koperasi tidak sekadar menjadi badan usaha biasa, melainkan motor penggerak ekonomi rakyat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, saat membacakan pidato Menteri Koperasi dalam upacara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 tingkat kabupaten. Kegiatan yang dirangkai dengan Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Solok Selatan.

Salah satu langkah strategis yang tengah digulirkan pemerintah adalah akselerasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dari target pendirian di 80 ribu desa di seluruh Indonesia, saat ini lebih dari seribu koperasi telah aktif beroperasi dan diharapkan mampu menjadi pusat perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.

Selain menyasar wilayah perdesaan, fokus pengembangan kini diarahkan pada koperasi sektor produksi. Koperasi masa kini dirancang untuk menguasai teknologi dan masuk ke sektor-sektor strategis, seperti pengelolaan energi terbarukan, hilirisasi perkebunan kelapa sawit, hingga industri kreatif.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Yulian menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan serta penyempurnaan regulasi agar iklim berkoperasi semakin dinamis. Pemerintah juga mengajak generasi muda untuk aktif berinovasi dan menjadikan koperasi sebagai pilihan utama dalam membangun kolaborasi bisnis yang profesional.