Berawal dari rutinitas sederhana para pejalan kaki di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Komunitas Pejalan Kaki Lapangan Puputan (Kaplut) kini telah bertransformasi menjadi wadah berekspresi musik yang dinamis di pusat Kota Denpasar. Apa yang bermula dari kegiatan ringan pasca-olahraga di depan Pura Jagatnatha, kini berkembang menjadi panggung terbuka yang mempertemukan beragam lintas generasi.
Ketua Umum Kaplut, I Kompiang Wiranata, mengungkapkan bahwa antusiasme warga yang besar terhadap penampilan spontan mereka memicu komunitas ini untuk terus berbenah. Dukungan konkret pun datang dari Pemerintah Kota Denpasar melalui pemberian perangkat alat musik, yang kemudian disempurnakan lewat bantuan CSR dari Bank BPD Bali. Saat ini, komunitas tersebut telah diakui secara resmi di bawah naungan Dinas Sosial Kota Denpasar sejak Juni 2026.
Dengan keanggotaan terbuka yang kini mencapai lebih dari 120 orang, Kaplut tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai pilar sosial kreatif. Kehadiran mereka kini menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda Pemerintah Kota Denpasar, termasuk keterlibatan aktif dalam ajang bergengsi seperti Denpasar Festival.
Pembina Kaplut, Ida Bagus Rama Jaya, menegaskan komitmen komunitas untuk terus membuka ruang kolaborasi bagi musisi muda maupun komunitas musik daerah. Ke depan, Kaplut bahkan memiliki visi ambisius untuk menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat melalui penampilan band-band legendaris Bali era 80-an dan 90-an yang dipadukan dengan musisi masa kini.
Menandai eksistensinya, Kaplut dijadwalkan menggelar Konser Kemerdekaan bertajuk "Denpasar Happy" pada 16 Agustus 2026 mendatang. Melalui semangat inklusivitas, komunitas ini berharap agar Lapangan Puputan Badung dapat terus menjadi pusat denyut musik yang menyatukan warga melalui kebahagiaan dan karya nyata.