Klub voli lokal asal Desa Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, yakni Batu Asih Voly Ball, kini tengah bersiap naik kelas. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim akademisi dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) hadir memberikan pendampingan intensif yang mengintegrasikan metode sport science dan strategi kewirausahaan olahraga demi mewujudkan kemandirian klub.

Langkah strategis ini didanai oleh hibah BIMA 2026 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dipimpin oleh Juli Candra bersama M. Fadhli Nursal dan Achmad Fauzan, program ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Ubhara Jaya untuk memberikan pelatihan langsung di lapangan, baik kepada para atlet maupun jajaran pengurus klub.

Keterbatasan sarana latihan kerap menjadi batu sandungan bagi klub olahraga di daerah untuk berkembang. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdi memperkenalkan alat bantu inovatif bernama PENBAL (Pelontar/Penyangga Bola Voli). Teknologi ini dirancang khusus untuk memfasilitasi latihan teknik pukulan secara mandiri dan berulang dengan ritme yang konsisten.

Juli Candra menjelaskan bahwa penggunaan PENBAL sangat krusial dalam membentuk memori otot (muscle memory) para atlet, khususnya untuk mempertajam pukulan smash. Dengan alat ini, atlet dapat berlatih secara presisi tanpa harus selalu bergantung pada keberadaan pengumpan bola manual, sehingga intensitas dan efisiensi latihan meningkat drastis.

Tidak hanya berfokus pada performa fisik di lapangan, kolaborasi ini juga menyasar aspek finansial melalui pelatihan sport entrepreneurship. Pengurus klub dibekali pemahaman mengenai pengelolaan bisnis olahraga, mulai dari komersialisasi cinderamata hingga manajemen penyelenggaraan turnamen lokal guna menciptakan sumber pendapatan mandiri yang berkelanjutan.

Inisiatif ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat dan pengurus Klub Batu Asih. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagaimana penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga di tingkat desa mampu berjalan selaras dengan pemberdayaan ekonomi komunitas setempat.