Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menggelar rapat evaluasi menyeluruh terkait penyelenggaraan layanan kesehatan haji tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan para jemaah asal Kendari yang akan menunaikan ibadah di Tanah Suci pada musim haji berikutnya.
Perwakilan Kantor Kemenhaj Kota Kendari, H. Sunardin, menegaskan pentingnya kolaborasi yang solid demi menyajikan pelayanan medis prima. Menurutnya, koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan para tenaga medis menjadi kunci utama keberhasilan pelayanan di lapangan.
Hasil evaluasi dari pelaksanaan tahun ini akan dijadikan sebagai acuan mendasar dalam merancang perbaikan sistem pelayanan kesehatan untuk musim haji tahun 2027. Selain memetakan berbagai kendala dan pencapaian, forum lintas sektor tersebut juga menyepakati sejumlah langkah taktis.
Beberapa strategi penting yang disepakati meliputi optimalisasi sarana dan prasarana medis, pengetatan pemeriksaan kesehatan berkala bagi calon jemaah, program pembinaan kebugaran fisik sejak dini, serta penguatan koordinasi agar seluruh prosedur berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.
Kemenhaj Kendari berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tenaga medis dan memperketat pengawasan kesehatan jemaah mulai dari fase keberangkatan hingga kepulangan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kota Kendari, Kantor Kementerian Agama setempat, serta perwakilan rumah sakit dan puskesmas.