Medan - Gelaran Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi setempat sukses mencatatkan realisasi kesepakatan bisnis (business matching) yang fantastis. Hingga menjelang penutupan agenda tahunan ini, nilai transaksi kemitraan antara pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan dengan pembeli global (global buyer), agregator, serta sektor perhotelan dilaporkan menembus angka Rp83 miliar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, merinci bahwa selain pencapaian kesepakatan bisnis tersebut, program ini juga berhasil memfasilitasi penyaluran pembiayaan kredit perbankan sebesar Rp22 miliar. Sementara itu, aktivitas penjualan ritel secara langsung di lokasi pameran tercatat menyumbang pendapatan hingga Rp900 juta. Menurut Ameriza, capaian ini menjadi stimulus penting untuk memperkuat sinergi dalam mendorong komoditas lokal Sumut bersaing di kancah internasional.

Diselenggarakan sejak tanggal 15 hingga 26 Juli 2026, KKSU edisi ke-6 yang dipusatkan di Deli Park Mall Medan ini menghadirkan serangkaian agenda strategis. Beberapa program unggulan yang disajikan meliputi Sumatera Coffee Journey, Medan Fashion Trend, berbagai sesi edukasi dan literasi keuangan, hingga pameran kuliner khas daerah yang melibatkan ratusan pelaku usaha kreatif.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyambut positif capaian tersebut dan menegaskan bahwa ruang kolaborasi seperti KKSU sangat krusial bagi UMKM di tengah situasi ekonomi global yang dinamis. Platform ini dinilai efektif mempertemukan para pelaku industri kreatif dengan pemodal untuk memperluas jangkauan pasar. Bobby berharap partisipasi lebih dari 300 UMKM pada tahun ini dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang agar semakin banyak produk lokal yang naik kelas.

Lebih lanjut, Bobby juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak hanya berfokus pada kuantitas produksi, melainkan mulai membangun kekuatan merek (branding) yang kuat. Menurutnya, reputasi standar kualitas yang tinggi harus melekat pada produk Sumut bahkan sebelum barang tersebut diproduksi, sehingga mampu memikat minat pasar domestik maupun mancanegara secara berkelanjutan.