Produsen teknologi global, Samsung Electronics, mendobrak batasan desain ponsel lipat lewat lini terbaru Galaxy Z Fold 8 Series. Dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) secara penuh dan teknologi baterai inovatif berbasis silicon-carbon (Si-C), raksasa teknologi ini berhasil menciptakan perangkat ultra-tipis tanpa harus mengorbankan daya tahan baterai.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menjelaskan dalam sesi edukasi publik di Jakarta pada Rabu (12/8), bahwa Samsung berhasil mereduksi ketebalan Galaxy Z Fold 8 Ultra menjadi hanya 4,1 mm saat dibuka. Pencapaian ini menjadikannya ponsel lipat paling tipis dalam sejarah pabrikan tersebut. Istimewanya, kapasitas daya justru melonjak menjadi 5.000 mAh dari generasi pendahulunya yang sebesar 4.400 mAh.

Lompatan teknologi ini mematahkan anggapan lama di industri ponsel pintar bahwa bodi yang tipis selalu identik dengan kapasitas baterai yang minim. Selain urusan daya, Samsung juga menjawab tantangan krusial dalam mempertahankan ketahanan engsel (hinge) serta struktur panel layar bagian dalam agar tidak mudah melengkung atau rusak akibat benturan fisik.

Untuk menyiasati kendala struktural pada bodi super tipis tersebut, Samsung memanfaatkan material titanium pilihan. Penggunaan titanium ini memberikan rasio kekuatan terhadap bobot yang sangat tinggi, memastikan ponsel tetap kokoh, tahan lama, sekaligus nyaman digenggam oleh para penggunanya.