Pemerintah Kabupaten Natuna tengah mematangkan langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui integrasi program Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah kolaboratif ini dimatangkan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Natuna, Perida Moestofa Albakry, bersama jajaran Dinas Kesehatan dan organisasi perangkat daerah terkait.
Upaya ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Kepulauan Riau mengenai pelaksanaan intervensi pencegahan stunting secara menyeluruh. Selain itu, program ini mengacu pada sepuluh arahan Kementerian Dalam Negeri yang mencakup pendataan sasaran secara akurat, penyediaan alat ukur antropometri standar di posyandu, hingga pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal untuk balita yang mengalami masalah gizi.
Kepala Bapperida Natuna, Perida Moestofa Albakry, menegaskan bahwa keberhasilan program berskala daerah ini sangat bergantung pada sinergi seluruh instansi hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Fokus utama intervensi ini menyasar tiga kelompok prioritas, yakni calon pengantin, ibu hamil, dan balita, guna mendeteksi secara dini potensi gangguan tumbuh kembang anak akibat kurang gizi.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Natuna menyelaraskan intervensi stunting dengan layanan Cek Kesehatan Gratis guna mendorong kunjungan masyarakat ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Layanan pemeriksaan ini dirancang untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit serta memberikan penanganan awal bagi seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia (lansia).
Guna menyukseskan program ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Natuna berkomitmen penuh dalam menyebarluaskan informasi secara akurat melalui berbagai kanal publikasi. Publikasi yang dikemas menarik lewat infografis dan konten media sosial diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat Natuna dalam menjaga kesehatan keluarga.